Dinar dan Dirham



Dinar dan Dirham
Dinar adalah mata uang berupa koin yang terbuat dari emas dengan kadar 22 karat (91,7 %) dan berat 4,25 gram. Dirham adalah mata uang yang terbuat dari Perak Murni dengan berat 2,975 gram. Dinar dan Dirham adalah mata uang yang dipakai pada zaman Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam . Pada era kekhalifahan Umar bin Khatab, ditetapkan bahwa Dinar dan Dirham memiliki standart seperti tersebut diatas. Di Indonesia, Dinar dan Dirham diproduksi oleh Logam Mulia, unit bisnis dari PT Aneka Tambang, Tbk, dan disertai Sertifikat setiap kepingnya. Keaslian dan keakuratan berat dan kadarnya telah diuji dan disertifikasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan oleh LBMA (London Bullion Market Association). Dinar dan Dirham saat ini belum diakui secara resmi oleh Pemerintah sebagai alat tukar, sehingga pengenalan kembali Dinar dan Dirham di kalangan umat, digunakan pendekatan sebagai bentuk investasi/tabungan dan pelindung aset/harta umat. Dinar sebagai mata uang yang berasal dari Dunia Islam, sepanjang sejarah telah terbukti memiliki daya beli yang stabil lebih dari 1400 tahun. Dalam kurun 40 tahun terakhir, Rupiah mengalami penurunan daya beli akibat INFLASI rata-rata 8 % per tahun, sedangkan US Dollar mengalami penurunan rata-rata 5 % per tahun. Sebaliknya dalam kurun waktu yang sama, nilai Dinar mengalami kenaikan nilai rata-rata 28,73 % per tahun terhadap Rupiah dan kenaikan rata-rata 10,12 % per tahun terhadap US Dollar. Bandingkan dengan bagi hasil Deposito di Bank yang berkisar 6 % - 8 %. Dinar dapat digunakan sebagai investasi/tabungan jangka menengah/panjang, sangat cocok untuk rencana jangka panjang seperti menunaikan ibadah haji, biaya pernikahan anak, biaya sekolah anak, biaya membeli/perbaikan rumah, warisan (Islam melarang kita meninggalkan keturunan yang lemah) dan lain sebagainya. Beban biaya dan kebutuhan hidup yang semakin berat memang tidak terasa ... dengan asumsi inflasi 7,5 % per tahun saja, biaya hidup kita dalam Rupiah akan meningkat lebih dari 100 % dalam 10 tahun mendatang. Kekuatan khasanah keadilan mata uang Dinar dapat dimanfaatkan untuk melindungi aset/harta kita dari kehancuran/penurunan nilai uang seperti yang pernah terjadi di Indonesia, yaitu Sanering Rupiah tahun 1965 dan Krisis Moneter tahun 1997-1998.


Grafik Harga Dinar dalam IDR dan Dollar
Gerai narDinar Bangkalan
Dinar Emas memiliki 3 fungsi : Sebagai alat tukar, Timbangan yang adil dan Perlindungan nilai. Dinar emas untuk membangun ketahanan ekonomi dan memakmurkan umat tetapi tidak untuk ditimbun!.
Jual Beli Dinar Emas dan Dirham Perak Bersertifikat produksi PT Aneka Tambang (Antam) persero dan PT Peruri (Persero)
Jl. Nangka, Kamal Madura 69162
Kontak:
Amy : 081554481448
Email : gerainardinarbkl@gmail.com

Dapatkan discount belanja 10 % untuk pembelian produk Thibbunnabawy dan herba di Toko herba online BaherbA (www.baherba.blogspot.com), bagi setiap pembelian dinar di Gerai narDinar.

Trend Harga Dinar Dalam 3 Bulan

Tampilkan postingan dengan label Dinar / Emas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dinar / Emas. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2011

Kemana Harga Emas Akhir Tahun 2011…?

Krisis di Eropa sejak beberapa bulan lalu mulai membawa korbannya, dua pemimpin negara terpaksa mundur bulan ini yaitu di Yunani George Papandreou digantikan oleh Lucas Papademos, dan tidak lama kemudian  di Italy Perdana Menteri Silvio Berlusconi terpaksa mundur digantikan sementara  oleh Mario Monti. Krisis di Eropa ini nampaknya masih akan terus membawa korban, tetapi korban-korban berikutnya kemungkinan sudah bukan para pemimpinnya sendiri melainkan para pemain pasar dan pelaku usaha.

Ketidak pastian ekonomi yang luar biasa di Eropa ini sementara akan ‘menyembunyikan’ masalah yang tidak kalah besarnya di Amerika. Dua ekonomi besar yang sama-sama buruk (Uni Eropa dan Amerika) inilah yang akan terus mengguncang pasar dalam beberapa pekan kedepan setidaknya sampai akhir tahun.

Terhadap harga emas dunia yang dinilai dalam US Dollar, krisis tersebut akan memiliki pengaruh berbeda untuk jangka pendek dan jangka panjang. Bila krisis di Eropa yang meningkat, awalnya pasar emas merespon naik karena investor membutuhkan safe heavenuntuk mengamankan aset-asetnya, namun ketika krisis terus memuncak dan mereka membutuhkan alat transaksi untuk tetap menjalankan usahanya – maka mereka akan berburu Dollar yang berakibat pada turunnya harga emas oleh dua sebab yaitu naiknya daya beli Dollar dan meningkatnya supply emas (karena banyak yang menjualnya).

Pasca puncak krisis di Eropa , harga emas akan terus meningkat karena daya beli uang kertas yang menurun disebabkan oleh metode penyelesaian krisis melalui pencetakan uang dalam jumlah besar dengan berbagai sebutannya.

Krisis yang sama bila terjadi di US juga akan memiliki pola yang mirip terhadap harga emas dunia, hanya fluktuasi menurunnya harga emas di puncak krisis tidak sehebat krisis yang sama di Eropa. Hal ini karena penyebab penurunan harga emas di puncak krisis Amerika - ketika orang membutuhkan likwiditas - ter-offset  oleh penurunan daya beli US$ itu sendiri.

Untuk memudahkan pemahaman pengaruh krisis Eropa dan Amerika ini terhadap harga emas dapat dilihat di ilustrasi grafik dibawah.

Pengaruh Krisis Terhadap Harga Emas Dunia
Pengaruh Krisis Terhadap Harga Emas Dunia

Lantas apa maknanya grafik ini terhadap harga emas dalam jangka pendek sampai akhir tahun 2011 ini ?. Karena yang lebih dominan sampai beberapa pekan ke depan nampaknya masih krisis Eropa, maka harga emas masih cenderung berfluktuasi mengikuti garis biru – artinya bisa berfluktuasi menurun yang kuat sebelum kemudian baru naik melebihi angka tertinggi sebelumnya.  Jadi sampai akhir tahun kemungkinan besarnya harga emas tidak akan terlalu tinggi, range perkiraan saya sendiri hanya akan berkisar di angka US$ 1,800/Ozt.

Dalam setahun sampai dua tahun kedepan, dua pengaruh jangka panjang krisis Eropa dan Amerika akan berjalan bersama – yaitu sama-sama menurunkan daya beli uang mereka – saat itulah harga emas kembali melonjak sebagaimana melonjaknya harga emas tahun ini yang tidak lepas dari efek jangka panjang Quantitative Easing I di Amerika pada saat mereka mengatasi krisis 2008. Jadi kalau Anda mengharapkan harga emas melampaui US$ 2,000/Ozt, kemungkinan Anda harus sabar menunggu sampai tahun 2012 atau bahkan 2013.

Sejarah akan terus berulang , bagi yang mau belajar dari sejarah itu insyaAllah akan bisa mengambil manfaatnya dan menghindari dampak buruknya , sebaliknya bagi yang tidak mau belajar dari sejarah akan terjatuh di lubang yang sama lagi dan lagi. Wa Allahu A’lam. (Muhaimin Iqbal, 15 November 2011)

Sabtu, 05 November 2011

Selamat Datang Alat Tukar Emas Global (2)


Bagian 2 : Gold is ‘tradition’, it’s not just money
(sebelumnya, bagian 1 : In Gold We Trust, In Dollar we Fall)
“Bukan, emas itu aset”
Ben Bernanke terlihat antara pucat tanda bingung atau berbohong ketika ia ditanya Ron Paul, seorang anggota kongres Amerika tentang “Apakah emas itu uang”.
Paul menanyakan lagi jika itu (emas) bukan (uang) dan sesuatu yang berharga, mengapa Anda (The Fed) menyimpannya. Mengapa Anda tak menyimpan berlian saja? Ben agak bingung, lalu menjawab “It’s just tradition” (itu tradisi semata).
The Fed, regulator keuangan dan bank sentral Amerika, badan yang dikepalai Ben Bernanke, yang terhubung serta berkait dengan seluruh bank sentral di negara-negara di dunia, pada 2010 tercatat menyimpan lebih dari 8.000 ton emas sebagai cadangan devisa. Jumlah itu melebihi cadangan IMF yang kira-kira separuhnya.
Dialog diatas ada di sebuah video berdurasi sekitar 5 menit dan baru saja posted di Youtube yang bisa Anda lihat dengan kata kunci pencarian “Is Gold Money” atau “Ron Paul vs Ben Bernanke”. Sebuah video yang direkam dari ruang audisi House of Financial Service Committee, di sepenggal kalimat yang diucapkan oleh Ron Paul, ia sebut pula bahwa “money that create out of thin air”. Ungkapan yang kita kenal selama ini sebagai “uang dari awang-awang” . Atau uang fiat/ fiat money yang bermakna “uang suka-suka”. Uang yang seharusnya mempunyai fungsi yang adil sebagai acuan harga benda-benda, saat ini diciptakan dari sesuatu yang tak berharga, yaitu uang kertas dengan motif tertentu dan banyak agenda.
Ketika mensosialisasi Dinar dan emas pada umumnya sebagai aksi penyelamatan kesejahteraan dan aset masyarakat, saya dan mungkin rekan-rekan lain sering menerima tuduhan bahwa upaya ini adalah Arabisasi moneter dan ekonomi. Posisi yang ditempatkan seolah perlawanan terhadap gagasan barat. Ini peristiwa lapangan baik di Twitter (pernah terjadi dialog dan adu argumentasi di Twitter tentang ini) bahkan juga pernah saya alami ketika berdialog live di radio. Tuduhan yang dangkal, pertama karena negeri-negeri di Arab tak mengimplementasikannya (sehingga tak bisa jadi kiblat dan acuan) untuk saat ini. Kedua adalah karena bukti empirik (penentang gagasan Back to Gold biasanya adalah pendukung gagasan-gagasan barat, mungkin juga pernah tinggal dan bersekolah disana) implementasi emas sebagai sandaran dan pengikat harga serta alat tukar adalah justru literatur-literatur barat, dan bukan timur tengah (baca : Arab). Jadi yang mereka kira sebagai  anti-barat sesungguhnya sejalan gagasan dengan apa yang diimplementasikan oleh barat sendiri.
Simpanan terbesar emas dunia saat ini berada di gudang dalam negeri  Amerika dan sekitar 7 negara Eropa yang notabene adalah lambang liberalisasi ekonomi yang anti emas. Ketika negara-negara tersebut menjadikan emas sebagai cadangan devisa hakiki, diluar mata uang populer lain selai US$, GBP, Euro dan JPY, apakah kita sedang menuduh mereka kuno, tradisional? Negara-negara besar itu juga mempermudah warganya untuk mengoleksi emas dengan mengurangi bea masuk dan menurunkan pajak sehingga simpanan individual rakyatnya meningkat pesat, apakah ini juga disebut langkah mundur ke belakang? Jika masyarakat Indonesia, yang saat ini sedang demam emas karena karena munculnya sebuah kesadaran kolektif tentang hancurnya mata uang yang kita punya menjadi tak berharga dan emas adalah penggantinya, juga ‘kesadaran belakangan’ bank sentral kita untuk mengkonversi cadangan USD dan Euro ke dalam emas – disebut juga tradisional, maka silakan saja. Bermakna kita sama ‘mundur’ dan puritan dengan negara barat, biarkan saja. Kita terima.
Sesuatu yang boleh ‘dituduhkan’ juga ke negeri-negeri dengan percepatan ekonomi luar biasa seperti Cina dan India. Juga Turki yang kian makmur dan sejahtera (cadangan emas individual warga Turki, jika disatukan, hampir sama dengan separuh cadangan individual seluruh masyarakat Eropa dijadikan satu). Demikian juga terhadap Vietnam, negeri cabe rawit yang tak mau ketinggalan menyimpan emas besar-besaran. Simpanan individual masyarakat Indonesia hanya setengah dari simpanan masyarakat Vietnam yang mencapai 87 ton pada 2010.
Jika mata kita rela terbuka, sejarah penggunaan emas dan perak di Amerika dan Inggris sebagai alat tukar itu sejarah yang dekat sekali.  Bernanke benar ketika mengatakan bahwa menyimpan emas itu adalah sebuah tradisi, meski jawabannya tampak hanya untuk menghindari pengakuan bahwa ‘emas adalah uang’. Sehingga sesungguhnya jawaban bahwa emas adalah uang adalah sama benarnya dengan (menyimpan) emas sebagai sebuah tradisi (dari jaman kuno).
Di buku klasik Principles of Political Economy karya JS Mill yang terbit tahun 1848, dijelaskan bahwa upaya stabilisasi harga komoditas bisa dilakukan dengan memainkan cadangan emas di muka bumi. Ia menyebut “essentially if the relative value of gold to other commodities was rising, there was an incentive to mine more gold”. Karena indeks nilai komoditas, seluasnya (gandum, coklat, kapas, besi, gula, balsem, jahe, kambing, daging sapi) selalu seiring dengan emas. Jadi jika harga-harga naik, tambanglah lebih banyak emas agar harga kembali stabil, kata Mill. Dan nyata sejak 1.432 tahun lalu dimana 4.25 gram emas adalah setara dengan kambing terbaik. Empirik, dua fakta diatas saling menguatkan.
Belum fakta lainnya seperti :
- nilai emas stabil, daya belinya nyaris tak berubah terhadap komoditas lain mulai abad 17 hingga kini. Pada abad 17, koin emas berjuluk byzant masuk dalam jumlah besar ke Inggris ketika kontak dagang Inggris – Turki (Utsmani) terjadi (lihat The Golden Constant, The English and American Experience 1560-2007)
- harga minyak yang stabil jika diukur dengan emas dan makin tinggi diukur dengan US$, EURO dan GBP mulai tahun 1950 hingga kini. Semenjak emas ‘dibebaskan’ dari mata uang kertas pada tahun 1971, lonjakan harga minyak terjadi secara bervariasi hingga kini. Tapi tidak dalam emas. Capturedgrafik untuk fakta ini juga menjadi pic untuk tulisan pada bagian pertama kemarin.

Tulisan bagian pertama menjelaskan bahwa waktu-demi-waktu, pencetakan uang yang sesukanya akan menghancurkan nilai uang itu sendiri, telah membuatnya tak dipercaya. Ketika tak dipercaya, permintaan terhadapnya akan turun. Ketika permintaan turun, maka ia tak perlu dicetak, karena toh tak diperlukan lagi sebagai penyimpan asset dan alat tukar. Masyarakat akan mecari pengganti. Dalam skenario ini,emas menjadi penggantinya. Kapan? Ketika nilai US$ begitu rendah sehingga perlu US$8.000 untuk membeli satu troy ounce emas, James Turk memperkirakan pada 2013-2015
Di akhir tulisan ini, kita ingin menegaskan kembali makna hakiki emas bagi umat manusia, yang disebut oleh Pierre Lasonde (Chairman World Gold Council 2005-2008) sebagai ‘intimate relationship to humans‘ sebab emas memenuhi kebutuhan untuk 2 hal : need for adornment (keindahan) andneed for security (rasa aman).
And we, humans, have never been able to invent or creating anything that come close (to gold), tutupnya di prakata buku Golden Constant.
Wallahua’lam
(Endy J Kurniawan, 17 Juli 2011)

Jumat, 04 November 2011

Selamat Datang Alat Tukar Emas Global (1)


Bagian 1 : In Gold We Trust, in Dollar we Fall
“People understand that the game is up. The ability to create money out of the thin air is coming to an end” – James Turk
Kapan emas ‘siap’ menjadi alat tukar? Antara 2013-2015, waktu yang dekat sekali. Setidaknya itu prediksi James Turk, pendiri dan Chairman GoldMoney Foundation, sebuah lembaga yang giat mensosialisasi moneter berbasis logam mulia, kembali ke kesimbangan yang tercipta pada peradaban dunia yang sebelumnya. Apa dasarnya? Ada 7 sebab, dua diantaranya adalah sebab bertarikan antara nilai tukar emas sendiri dan permintaan terhadap US$ yang makin rendah. Kita tahu bahwa uang menjalankan fungsinya karena dipercaya banyak pihak sebab dianggap bernilai. Yang terjadi pada US$ sekarang adalah sebaliknya. Turk menyebut karena nilai US$ turun seperti ‘waterfall’ – jatuh 2 digit per tahun semenjak 2001 terhadap emas – telah mendorong ketidakpercayaan manusia terhadap nilainya, kemampuannya dalam menyimpan nilai kekayaan, dan akseptibilitasnya di belahan bumi mana saja. Dan perlu dimaklumi, mata uang kuat lainnya seperti AUD, CAD, EUR, JPY, GBP mengalami hal yang sama, mengapa? Karena mereka terikat kuat ke US$ tentu saja.
Kejatuhan nilai US$ itu, pada 2013-2015,  kata Turk, ditunjukkan dengan nilai emas yang mencapai $8.000/troy ounce (ingat bahwa nilai emas tetap, ia menjadi terus-menerus lebih mahal dikarenakan nilai uang kertas melemah/ merosot), atau dengan kurs saat ini, saat itu 1 gram emas akan senilai 2,1 juta. Di kondisi tersebut, kita harus menukar Rp9,29 juta untuk mendapatkan sekeping Dinar!
Gejala hilangnya kepercayaan terhadap uang kertas, terutama US$ terus terjadi di sekitar kita.
Gejala lokal, misalnya, pada waktu belakangan ini, kita lihat banyak lembaga travel umroh tak lagi menerima pembayaran biaya perjalanan umroh dalam bentuk US$ – karena menyebabkan rugi nikai tukar – dan memilih pembayaran menggunakan Rp. Toko elektronik resmi yang menjadi distributor produk asing juga memilih menjual produknya dalam Rp, dengan harga acuan nilai tukar US$ 1 tahun lalu. Jika menjual tetap dengan acuan US$ atau dalam US$ murni ia akan merugi 20% dibanding harga pembelian stok , karena adanya selisih kurs Rp – US$. Hijrah deposito dari US$ juga terjadi, baik ke Rp maupun ke emas fisik. Pelancong asing yang memegang US$ datang ke Indonesia, menemukan bahwa daya beli uangnya telah turun dan tak bisa membawa oleh-oleh sebanyak 3 tahun kembali ke negaranya.
Ketika mata uang kertas telah jatuh nilainya terlalu jauh, tak dipercaya lagi dan tak diminati, suplainya besar sementara permintaan terus turun, maka ia makin tak berharga. Apa bedanya dengan mata uang Jerman yang lebih berharga sebagai bahan bakar pemanas ruangan saat depresi tahun 1923? Juga sebagaimana mata uang kertas Islandia yang negerinya runtuh tersapu krisis pada 2008 lalu uangnya tak diterima dimanapun di muka bumi sebagai alat tukar.
Kita tak pernah tahu bagaimana modus yang terjadi saat masa transisi ketika emas kembali menjadi alat tukar pada masa yang diperkirakan Turk di sekitar 2013-2015. Pada tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Bretton Woods Mungkin (Tak) Kembali” saya menjelaskan bahwa pertukaran emas secara fisik lebih mudah terjadi dibanding ‘Gold Backuped Money’ salah satunya karena 90% cadangan emas dunia yang telah berhasil ditambang (total sekitar 160.000, komposisi 10% dari jumlah tersebut dikuasai negara, sisanya oleh individual, adalah laporan tahun 2010 World Gold Council), berada di kantong masyarakat dunia, bukan dalam penguasaan negara/ central bank.
Ketika emas menjadi $8.000/troy ounce, itu penanda kehancuran yang sejelas-jelasnya dari mata uang kertas. Bermakna nilainya terjun 17.5 kali lebih rendah dalam 15 tahun. Masyarakat akan mencari alat tukar yang stabil dan tak terinflasi karena suplai-permintaannya telah Allah atur dalam keseimbangan dengan komoditas lainnya di muka bumi.
Turk menyebut emas sebagai uang. Uang bermakna karena disimpan (sebagai tabungan) atau dipertukarkan (dengan benda lain di muka bumi) sebagai alat transaksi. Di situasi ini, siapapun (negara, atau individual) yang memegang paling banyak emas adalah yang paling diuntungkan karena benda berharga itu memastikan nilai kekayaan yang dipunya. Semoga itu kita.
Wallahua’lam
Bersambung ke bagian 2 : GOLD IS’NT JUST MONEY. IT’S ‘TRADITION’
(Endy J Kurniawan, 17 Juli 2011)

Selasa, 01 November 2011

7 cara menangkis trik dagang toko emas


Kali ini kita akan bahas tentang cara menghadapi pedagang emas, yang biasa gunakan banyak trik dengan memanfaatkan kekurangtahuan konsumen emas, terutama konsumen/ investor baru ketika transaksi jual – beli terjadi. Kalau artikel sebelumnya membahas lebih banyak tentang pengetahuan seputar harga, acuan dan koridor pergerakannya, sekarang tentang istilah di seputar fisik emasnya.
Ada ungkapan membeli emas hanya perlu 5 menit, tapi ketika menjual perlu 50 menit. Ini terjadi biasaya karena penjual-pembeli tak segera bertemu kata sepakat soal harga. Sebabnya banyak. Salah satunya adalah penjual-pembeli punya ekspektasi harga tertentu.
Sebagai awalan, berikut ini biasanya dialog yang terjadi antara konsumen dengan pedagang, Tetap tenang, lalu ‘tangkis’ dengan santai dan lugas. Di bagian akhirnya, baru kita bahas lebih dalam ‘ilmu’ dan esensinya.
1.    Pedagang: “Ini emas muda. Warnanya redup.” – Jangan percaya.
Alasan : tua-mudany emas tak ditentukan warna. Warna emas ditentukan oleh kadar campuran logam lain selain emas. Misalnya emas dan tembaga akan member efek agak kekuningan.
2.    Pedagang: “Ini emas Jawa, lebih murah jatuhnya.” – Jangan percaya.
Alasan : yang menentukan harga bukan asal emasnya. Emas Jawa, emas Lampung, emas Palembang, emas Arab itu istilah setempat dan tak scientific. Yang menentukan adalah berat & karat. Emas Jawa biasanya sebutan untuk emas dibawah 21 karat (biasanya 18K). Kalo emas kita setelah dicek berkarat diatas 18, berarti ia adalah ‘emas tua” dan tak ada alasan dinilai rendah.
3.    Pedagang: “Emasnya susut, sudah lama nih belinya.” – Jangan percaya.
Alasan : kecuali dipakai di badan sehari-hari seperti perhiasan, emas adalah logam yang tak susut. Itu trik untuk menurunkan harga. Emas batangan dan Dinar yang disimpan di lemari besi kemudian dijual lagi tak akan susut. Untuk membuktikan, lakukan penimbangan.
4. Pedagang: “Ini emas keluaran lama, potong harga ya.” – Jangan mau.
Alasan : kecuali perhiasan yang memang ada model yang tak lagi up to date, emas batangan dan koin/ dinar tidak terkendala model. Potongan harga hanya bisa dikenakan untuk perhiasan karena mungkin perhiasan harus dilebur untuk kemudian dibentuk lagi sesuai trend masa kini.
5. Pedagang: “Ini sertifikatnya palsu ya” – Jangan langsung percaya.
Alasan : sertifikat tak gampang dipalsukan. Jauh lebih sulit memalsukan sertifikat emas Logam Mulia daripada memalsukan uang kertas. Ada empat tanda di dalamnya (bisa dilihat dengan terawang dan dengan UV light) yang jika kita teliti, tak akan tergantikan. Juga tanda tangan assayer dan nomor seri untuk emas batangan. Terlebih jika belanja di toko emas tempat kita menjual, maka sertifikat yang dibilang tak asli bisa diperdebatkan, karena berarti toko tersebutlah yang telah menjualnya dulu.
6. Pedagang: “Ini emas digosok dulu ya, mau lihat asli-tidaknya.” – Jangan kasih.
Alasan : emas kita jadi berkurang karena digosok ke benda kasar itu. Serbuk hasil gosokannya kemudian biasanya dikumpulkan dan dimanfaatkan. Saat ini dengan cara modern, emas hanya perlu dicek keaslian dan kandungan dengan berbagai alat, ada yang mirip avometer saja, X-Ray fluorescence, atau dengan paduan gelas ukur & timbangan digital. Praktis dan sederhana. Biasanya pegadaian & toko emas yang serius memiliki peralatan ini.
7. Pedagang: “Ini dinar emas diskonnya gede, bukan produksi Antam.” – Jangan percaya.
Alasan : lihat sertifikatnya, kalau sertifikat Logam Mulia tersedia, ya itu berarti produksi Antam
Sebagai penutup, di saat toko emas mempermasalahkan keaslian, kadar (karat) dan berat (gram) emas Anda, lakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Cek sertifikat
Sertifikat dan kuitansi itu bukti absahnya emas kita. Apalagi jika dibeli dan dijual di toko yang sama, tak beralasan toko emas potong harga.
2. Cek fisik
Minta ditimbang, cek karatnya, baru fair. Jika ada kekhawatiran kebenaran alat tes karat dan timbangan, cari langkah lain. Bawa ke pegadaian dan minta mereka keluarkan surat keterangan kadar dan beratnya. Dengan Rp 25.000 atau gratis jika kenal baik dengan petugas gadai, uji emas bisa dilakukan.
Sering saya ulang, emas bukan hanya soal ‘murah saat beli’ tapi juga ‘mudah dan bagus harga saat jual’. Salah satu kuncinya sertifikat. Toko emas yang modern sudah meninggalkan cara ‘menggosok’ emas karena merugikan konsumen. Toko emas khusus perhiasan yang branded, biasanya menyertakan sertifikat dari pabrik. Ini juga sama berharganya dengan sertifikat lain.
Bagaimana dengan kuitansi? Kuitansi hanya bukti sah terjadinya transaksi. Ketika menjual, kuitansi diperlukan untuk menunjukkan dimana kita membeli emas. Jual dan beli di toko yang sama (yang tercantum di kuitansi) bisa jadi alasan tak terlalu banyak potongan ketika menjual kembali.
Semoga bermanfaat.
(Endy J Kurniawan, 9 Mei 2011)

Senin, 31 Oktober 2011

sekali lagi, emas perhiasan itu ‘just fashion’


Ladies, meski beli emas perhiasan bukan purely investasi, pasti masih menyukai emas perhiasan, kan? Selera dasar perempuan, ingin sesuatu yang fashionable, sesuatu yang menarik dan ‘berkilau’ untuk dikenakan.
Seringkali memang situasi ‘memaksa’, terlalu banyak godaan di lapangan, sehingga saya akan berikan beberapa tips membeli perhiasan. Be a smart consumer. Pelajari lalu aplikasikan, mudah-mudahan membantu. Setidaknya membuat kita sebagai konsumen punya pengetahuan yang cukup agar tak mudah terkelabui saat transaksi.
Hal utama dan pertama yang perlu dipahami adalah perhiasan tidak bisa disebut investasi karena perlakuan terhadap jual-belinya tidak sestandar dinar & emas batangan. Karena ada unsure selera dan seni dalam pembuatannya,perhiasan lebih cocok disebut produk fashion, bukan investasi. Salah satu tak standarnya perlakuan jual-beli perhiasan adalah beda toko akan menyebabkan berbeda harga. Jangankan itu, berat emas yang sama tapi berbeda model bisa menyebabkan beda harga
Selisih jual-beli emas perhiasan bisa mencapai 10%, atau kadang dalam bentuk nominal berupa pengenaan ‘ongkos bikin’ Rp 60 ribu per gram. Sedangkan selisih jual-beli Dinar hanya 2-4% & emas batangan 6-10%.
Ketika emas dalam bentuk lain sudah menghasilkan return 20-25% per tahun, perhiasan baru mencapai return setengahnya, bahkan kadang bisa minus (rugi). Ada komponen ‘ongkos pembuatan’ atau biaya lebur yang dibebankan kepada pembeli ketika membeli emas, tapi tak diperhitungkan ketika konsumen menjualnya kembali, membuat selisih jual-beli emas perhiasan demikian besar. Emas perhiasan dibeli lebih mahal untuk berat yang sama dengan emas batangan karena ada ongkos pembuatan, dan dibeli lebih murah karena ongkos bikin tak dihitung. Akan tetapi, asalkan akan disimpan minimal 2 tahun, emas perhiasan masih lebih menguntungkan daripada tabungan & investasi medium risk lainnya, terlebih tabungan dan deposito.
Disisi lain, jika mau jujur, seberapa lama sih pemilik perhiasan bisa menahan diri untuk tidak ganti membeli atau tukar-tambah setiap model baru muncul? Mungkin setahun sekali. So, kembali, karena impaknya jelas rugi, maka mari memposisikan emas perhiasan sesuai peruntukannya : ia adalah fashion semata. Lupakan loss, return dan lain sebagainya.
OK, bagi yang sudah bulat bertekad, dan sudah pahami konsekuensinya, sekarang kita masuk ke langkah dan tips ketika membeli emas perhiasan :
1.     Acuan harga. Pertama, sebelum membeli, wajib miliki info harga emas. Ini juga berlaku ketika jual. Jangan berangkat ke toko emas tanpa informasi apapun mengenai harga. Kita perlu peluru untuk nego saat transaksi. Yang perlu dicatat, harga pasar emas tak real time. Ini fakta. Harga naik di pasar internasional tak berarti harga lokal juga naik, apa lagi harga emas perhiasan. Penjual pasang harga di titik dia dapat untung terhadap harga emas + ongkos pembuatannya saat produksi, dan bukan semata mengikut harga emas dunia. Artinya, bisa jadi harga internasional turun, harga perhiasan tinggi. Sebaliknya, ketika harga internasional naik, perhiasan masih lebih rendah. Dari mana lihat acuan harga emas hari ini? Salah satunya dari www.logammulia.com. Terupdate jam 10-11 tiap harinya. Setelah dapatkan info ini, silakan pergi ke toko untuk melakukan transaksi.

2.     Koridor harga. Harga toko bisa more / less 5% terhadap harga emas internasional. Kenapa 5%? Karena seekstrim apapun, dalam situasi ekonomi dunia normal, harga emas harian tak pernah turun/naik lebih dari 4% per hari. Rata-rata harga naik 2% per bulan. Dengan asumsi emas perhiasan yang dibeli hari ini adalah produksi 2 bulan lalu, maka bisa jadi ketika saat ini naik, harga toko less 4-5%. Demikian juga ketika harga emas dunia turun, bisa jadi harga di toko emas masih cukup rendah. Faktanya, memang lebih mudah bagi toko emas menaikkan (ikutan trend harga) dibanding harus menurunkan (ketika harga emas dunia turun). Oleh sebab itu, acuan +/- 5% bisa dijadikan koridor harga. Tak perlu kaget ketika jumpa harga yang lebih rendah atau lebih tinggi dibandingkan harga emas internasional, asalah dengan batasan wajar 5% tersebut.
3.     Hitungan harga. Sekarang mari menghitung harga pantas berdasarkan berat dan kadar emasnya. Ketika ketemu perhiasan yang sesuai selera, tanyakan karat atau persentase kandungannya serta beratnya. Misalkan 22 Karat. Hitung : 22/24 x harga hari itu. Misal harga hari itu Rp 400.000 per gram untuk emas 24 karat, maka harga per gram emas 22 Karat adalah Rp 366.667,  Lalu kalikan berat + ongkos 60 ribu per gram. Misal berat emas perhiasan adalah 10 gram, maka hitungannya adalah (366.667 x 10) + (60.000 x 10) = 3.666.670 + 600.000= 4.266.670. Kemudian plus-minuskan 5%,itulah harga wajar pasar.
Penguasaan kita terhadap informasi dan cara hitung seperti ini membuat toko emas tak main-main. Setidaknya kita punya bekal lakukan negosiasi. Posisi tawar sebagai konsumen naik.
Oya,tentang harga, ada tiga hal lagi yang perlu diperhatikan :
a.     Tiap toko punya kebijakan harga berbeda. Toko yang berlokasi di mall megah wajar pasang harga lebih tinggi dari toko emas perhiasan di pasar tradisional, karena biaya operasi yang dibebankan ke harga emas juga berbeda.
b.    Toko emas ‘branded’ yang memasarkan merek perhiasan terkenal dengan hasil karya seni tinggi juga akan memasarkan perhiasan dengan harga lebih ‘kinclong’, karena dipengaruhi kualitas emas, kualitas pengerjaan dan nama besar brand-nya.
c.     Model juga berpengaruh. Makin baru makin tinggi harganya. Meski kita tak pernah tahu mana yang baru dan lama kan (kecuali emas branded yang mencantukan sertifikat berisi tahun pembuatan)? Apalagi untuk model perhiasan di kelas toko pasar tradisional. Model lama dan model yang lagi ‘hits’ juga sangat dibentuk oleh persepsi.
Terakhir, jika murni untuk berinvestasi, pilih emas batangan atau Dinar. Untuk fashion, silakan pilih perhiasan. Ada beberapa trik toko emas ketika menjual dan membeli emas (perhiasan maupun emas batangan), akan dikupas di tulisan berikutnya agar kita bisa terhindar dari praktek yang merugikan.
(Endy J Kurniawan, 4 Mei 2011)

Sabtu, 29 Oktober 2011

Harga Emas : Noise Dari Eropa…


Kemarin sampai pagi ini harga emas kembali menyentuh harga terendahnya di pasar internasional, semalam bahkan sempat diperdagangkan pada kisaran US$ 1,612/Ozt. Meskipun belum mencapai angka terendah yang mungkin bisa tercapai dalam perkiraan sayadua pekan lalu di kisaran US$ 1,300-an/Ozt, angka sekarang sudah sangat rendah karena telah turun sekitar 15 % dari angka tertingginya satu setengah bulan lalu pada US$ 1,895/Ozt (05/09/11).   Posisi terendah saat ini kurang lebihnya adalah setengah perjalanan menurun yang mungkin bisa ditempuh harga emas dunia, apabila perjalanan menurunnya ini mengikuti pola krisis 2008.

Pertanyaaannya adalah, apa yang menyebabkan penurunan yang drastis ini ?  Bukankah Eropa sedang mengalami krisis sehingga orang membutuhkan safe haven ?

Betul Eropa sedang berada di puncak krisisnya, bahkan bila pertemuan akhir pekan ini di antara pemimpin-pemimpin mereka tidak mencapai solusi penyelamatan yang berarti – maka krisis akan tereskalasi dalam skala yang lebih besar dan lebih luas dampaknya. Dan betul bahwa pasar membutuhkan safe haven ketika krisis semacam ini terjadi, tetapi ketika krisis kali ini di Eropa dan kepercayaan dunia terhadap Euro runtuh – maka untuk sementara safe haven pertama yang ditubruk dahulu oleh pelaku pasar adalah US Dollar.

Mengapa bukan emas ? karena realitanya para pelaku usaha masih membutuhkan Dollar sebagai instrument berbagai transaksi perdagangan dan usahanya. Ketika Euro ditinggalkan dan pasar beralih ke Dollar – maka  demand terhadap US Dollar sementara meningkat dan price-nya tentu juga meningkat. Nilai tukar Dollar yang meningkat relative terhadap berbagai mata uang dunia – dan terutamanya tentu Euro – inilah yang membuat harga emas dalam Dollar menurun.

Meskipun harga emas dunia lagi rendah dan bisa turun ke angka yang lebih rendah lagi, saya masih mengkategorikannya sebagai noise dan bukan signal. Mengapa demikian ?

Karena sesungguhnya tidak ada perubahan yang fundamental dari unsur yang paling esensial yang membentuk harga emas itu sendiri. Pelajaran mendasar tentang mekanisme pembentukan harga adalah supply and demand.  Mekanisme supply and demand  ini juga berlaku bagi emas , Dollar maupun mata uang lainnya.

Untuk emas, sisi supply-nya jelas terbatas karena produksinya di seluruh dunia hanya bisa menambah jumlah emas di permukaan bumi antara 1.5 -2 % per tahun. Sedangkan sisidemand-nya tumbuh jauh lebih cepat karena dari hampir 7 milyar penduduk dunia (tepatnya6,969,500,000 per kemarin 20/10/11) , diperkirakan lebih dari 36 % di antaranya berada di China dan India  yang notabene adalah penggemar emas dalam budayanya dan daya beli mereka terus meningkat.  China dan India selain merupakan dua negara dengan penduduk terbesar di dunia, pertumbuhan ekonominya juga terbesar yaitu untuk tahun 2011 ini mencapai 9.1% (China) dan 7.7% (India).  Bandingkan ini dengan pertumbuhan ekonomi Amerika tahun ini yang hanya 1.6%, Jepang yang minus 1 % dan Indonesia 6.5%.

Disamping kebutuhan yang terkait dengan budaya dua bangsa tersebut diatas, peningkatan sisi demand emas juga di dorong oleh perlaku bank-bank sentral dunia yang kini adalah juganet buyer untuk emas, demikian pula dunia usaha mulai terus melirik emas ini dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk US Dollar yang sementara ini digunakan sebagai pembanding harga emas dunia, pertumbuhan demand jangka panjangnya tidak bisa bergerak terlalu jauh dari pertumbuhan ekonomi negara-negara yang membutuhkan Dollar-nya. Memang China yang ekonominya tumbuh sangat pesat tersebut juga membutuhkan Dollar, tetapi tidak sebesar pertumbuhan ekonominya sendiri karena China sedang mengerem ketergantungannya pada Dollar dan malah berusaha menjadikan uangnya sendiri sebagai reserve currency bersaing dengan Dollar.

Sisi supply-nya Dollar bisa dicetak dari awang-awang dengan berbagai nama yang indah seperti quantitative easing yang konon kini telah mencapai tahap ke 3 atau satu tahap lagi menjelang kematiannya pada quantitative easing tahap ke 4.

Jadi kalau kita lihat jangka panjang emas yang pertumbuhan demand-nya lebih besar darisupply-nya, dibeli dengan Dollar yang supply-nya lebih besar dari demand-nya, maka yang dibeli (emas) semakin mahal sedangkan yang untuk membeli (Dollar) semakin murah – walhasil harga emas akan cenderung lebih besar dorongan ke atas-nya dalam jangka panjang. Ini juga di confirm oleh trend jangka panjang yang saya tulis pekan lalu (14/10/11).

Tetapi sekali lagi perlu diingat, bahwa dalam jangka pendek harga emas bisa jadi turun lebih rendah lagi. Oleh karenanya selalu saya ingatkan di situs ini untuk tidak berspekulasi dengan harga emas.  Wa Allahu A’lam. 
(Muhaimin Ikbal, 21 Oktober 2011)

Trend Harga Emas (emas24.com)



Harga Emas Dunia Dalam 24 Jam

24 Hours Gold Price

24 Hours Gold Price